KONSULTASI SEO

Bagaimana Cara Leverage Browser Caching Tanpa Plugin

Optimasi Website – Hai bertemu lagi dalam topik pembahasan Caching System, yang mana kita akan mempelajari cara untuk Leverage Browser Caching.

Biasanya kalian yang mencari tutorial leverage browser caching, adalah pengguna yang setelah mengunjungi GTMetrix.

Dengan beberapa maksud dan tujuan dari pengoptimalan sebuah website, leverage browser cache adalah satu poin pentingnya.

Apa itu leverage browser caching?

Bagi kalian yang belum mengetahuinya, bahwa sistem caching pada sebuah Aplikasi baik mobile/web adalah penting. Dengan membuat sistem caching yang baik, tentu kita sudah melakukan pengoptimalan pada Aplikasi kita.

Membuat cache (file sementara) akan membuat situs kita semakin cepat untuk di akses oleh pengguna menggunakan peramban web (Chrome, Firefox Opera, dan banyak lagi).

Pertanyaan:

Dari pertanyaan diatas, saya akan menjawab berdasarkan urutan pertama ya.

Mempercepat Loading Situs

Dengan adanya cache (file sementara) untuk browser, kita telah memberitahukan kepada browser bahwa file yang ada di situs/web tersebut mengizinkan browser untuk menyimpan file berupa html, css, js, gambar dan lainnya.

ilustrasi leverage browser caching
ilustrasi gambar: www.keycdn.com

Beberapa langkah yang perlu di perhatikan adalah mengatur file mana saja yang ingin kita cache, namun rekomendasi dari saya adalah ikuti saja settingan yang ada ya 😀

Alasan lainnya adalah karena, ketika pengguna mengunjungi situs milik kita, saat itulah browser akan memanggil file sementara dari laman yang di buka pengguna.

Sudah paham belum? Jadi, pengguna tidak langsung berkomunikasi dengan file yang ada pada database di server kalian, karena browser telah mengeksekusi salinan file dari laman yang ia buka.

Manfaat Cache Browser

Manfaat lainnya dari sebuah cache adalah salah satu upaya untuk menghindari DDOS serta akses langsung ke database server. Akan tetapi, untuk cache browser berguna agar peramban tersebut tidak melakukan permintaan upload file ke- Server karena browser telah memiliki file sebelumnya.

Pastinya masih banyak manfaat lainnya dari leverage browser caching ini.

Sekarang kita lanjut ke topik cara menerapkan Leverage Browser Caching di situs atau blog kalian.

Cara Leverage Browser Caching

Berikut ini adalah poin yang perlu kalian persiapkan:

  1. File .htaccess
  2. Text Editor (opsional)

Singkatnya, file htaccess adalah file ASCII yang dapat membantu konfigurasi web server.

Dari artinya saja sudah cukup riskan didengarnya, karena satu file saja bisa membuat pemilik blog/situs kejang-kejang kalau salah dalam menggunakannya, apalagi kalau sampai dapat di utak/atik oleh orang lain.

Text editor adalah tempat untuk kalian membuat file htaccess tersebut, namun biasanya bagi pengguna cms WordPress yang telah memasang plugin caching, sudah tersedia dalam file manager situsnya.

Bagi yang belum memiliki file htaccess, silahkan buat terlebih dahulu.

Bagi kalian yang sudah memiliki file htaccess, silahkan buka lalu edit file tersebut, dengan menambahkan perintah seperti berikut untuk mengaktifkan/mengatur Expires Headers:

Sangat tidak disarankan jika kalian mengatur expires headers kurang dari sebulan, ataupun lebih dari setahun. Akan lebih baik jika Anda menetapkan tanggal kadaluarsa selama setahun.
Selanjutnya, tambahkan Cache Control Headers di bawahnya.

Setelah mengatur Cache Control Headers, terakhir adalah menonaktifikan ETag di htaccess.

Apa itu ETag? Kalian dapat menemukan secara detail disini.

Nah, untuk pengaturan seputar leverage browser cache di web server Apache sudah selesai, semoga bisa membantu kalian yang ingin mempercepat halaman situs atau blog kesayangan kalian.

Apabila ada salah kata, dan maksud yang tidak sampai ke-pemahaman kalian, saya mohon maaf, dan mari berdiskusi pada kolom komentar dibawah ini ya.

80%
Awesome
  • Design
Comments